File DLL (Dinamic Link Libraries) adalah perpustakaannya Windows. Apa pun yang dibutuhkan Windows, bakal dicari di file berjenis DLL ini.
Saat program aplikasi dijalankan, file-file DLL yang menyertainya akan dipanggil ke dalam memori (RAM) dan terus berada di sana selama si program masih dijalankan. Kadang, beberapa program meninggalkan file DLL ini di memori, yang tentu saja akan memenuhi ruang memori.
Nah, supaya ruang memori terasa lebih lega, ikuti langkah berikut.
1. Klik “Start”, lalu ketikkan “regedit” untuk membuka jendela Windows Registry Editor.
2. Carilah alamat registry “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer”.
3. Di alamat tersebut, buat satu string value baru bernama “AlwaysUnloadDll”.
4. Berikan nilai 1 pada String value ini. Jika suatu saat Anda ingin menonaktifkannya, cukup ganti nilainya dengan 0.
5. Tutup jendela Registry Editor dan reboot komputer.
Mulai sekarang, caching file DLL akan dihindari dan ruang memori untuk program lain menjadi semakin besar.
Mengakses File Lebih Cepat
NTFS adalah file sistemnya sistem operasi yang dibangun dengan fondasi NT. Karena Windows 7 menggunakan kernel atau inti dari OS Windows NT, maka sistem operasi ini juga mendukung NTFS.
Nah, sebagai OS yang dapat menggunakan file sistem NTFS, ia membutuhkan sebuah cache yang berfungsi menampung informasi mengenai file yang terdapat di dalam sebuah folder. Seperti apa cara kerjanya?
Ketika Anda membuka sebuah folder untuk pertama kalinya, Windows akan membaca dan menampung informasi detail mengenai folder yang Anda buka tersebut ke dalam sebuah cache. Informasi ini kemudian akan digunakan jika Anda membuka folder yang sama di lain waktu sehingga prosesnya akan lebih cepat.
Dengan memperbesar cache ini, tentunya kecepatan Windows Anda dalam membaca sebuah folder akan meningkat pula. Untuk melakukannya, praktekkan langkah berikut.
1. Jalankan Registry Editor melalui menu “Start”, lalu ketik: regedt32.
2. Masuklah ke sub key HKEY_LOCAL_MACHINE-SYSTEM-CurrentControlSet-Control-FileSystem.
3. Pada sub key “FileSystem”, klik kanan mouse di bagian kanan window, lalu klik “New > DWORD (32 bit) Value”.
4. Beri nama DWORD Value baru tersebut dengan nama “NtfsMftZone Reservation”.
5. Klik kanan DWORD Value NtfsMftZone Reservation ini, kemudian pilih “Modify”.
6. Isikan Value Data yang diminta dengan nilai 2.
Tips Ganti Warna Tampilan Microsoft Office 2007
Biru. Itulah yang jadi nuansa warna standart di Microsoft Word. Microsoft menyediakan nuansa warna lain yang dapat dipilih oleh penggunanya. Jadi, untuk mengubah-ubah tampilan, pengguna tidak perlu instal aplikasi apa-apa lagi.
Tinggal ikuti langkah-langkah ini saja. Oh ya, trik ini bisa juga dipakai di aplikasi Microsoft Office yang lain.
1. Klik tombol “Office”, lalu klik “Word Options”.
2. Di tab “Popular”, cari “Color Scheme”.
3. Coba ganti dari “Blue” jadi “Black”. Klik “OK”. Word akan tampak seperti pada gambar “Word dengan tampilan hitam”.
4. Coba kembali ke “Word Options” terus ganti jadi “Silver”. Apa yang terjadi?
5. Silakan pilih nuansa yang Anda suka.
Tinggal ikuti langkah-langkah ini saja. Oh ya, trik ini bisa juga dipakai di aplikasi Microsoft Office yang lain.
1. Klik tombol “Office”, lalu klik “Word Options”.
2. Di tab “Popular”, cari “Color Scheme”.
3. Coba ganti dari “Blue” jadi “Black”. Klik “OK”. Word akan tampak seperti pada gambar “Word dengan tampilan hitam”.
4. Coba kembali ke “Word Options” terus ganti jadi “Silver”. Apa yang terjadi?
5. Silakan pilih nuansa yang Anda suka.
Solusi Komputer & Laptop Bermasalah
Kalau computer atau laptop sering hang, crash, restart sendiri, dll bahkan tidak hidup sama sekali. . .
Ada dua kemungkinan bagian yang rusak,,,kalau tidak software berarti hardware yang bermasalah...
> Berikut beberapa solusi yang bisa anda gunakan
* Masalah pada Software
Masalah pada sistem operasi/software:
1. sering muncul error
2. komputer restart sendiri
3. start up/booting windows tidak jalan
4. komputer sering hang
5. kena virus komputer
6. ada aplikasi yang tidak bisa diinstall atau dijalankan
* Masalah pada hardware
1. Pada RAM/Memory :
- Akses sistem komputer lambat atau bahkan lemot
- Sering hang
- Suka restart sendiri
- klo udah parah, komputer gk bs booting
2. Pada prosesor :
- Sering hang atau bahkan crash
- komputer gk bisa dihidupkan sama sekali
3. VGA :
- Tampilan layar di monitor tidak ada
- Jika tampil di monitor maka layar terlihat kabur berkedip
4. Harddisk :
- Windows gk bisa jlan
- sering hang
- data suka terhapus sendiri
5. Mouse : kursor gk bisa jalan
6. Keyboard : gk bisa ngetik tp komputer tetap jalan
7. Sound Card : Suara gk muncul/kecil/dan noise
Ada dua kemungkinan bagian yang rusak,,,kalau tidak software berarti hardware yang bermasalah...
> Berikut beberapa solusi yang bisa anda gunakan
* Masalah pada Software
Masalah pada sistem operasi/software:
1. sering muncul error
2. komputer restart sendiri
3. start up/booting windows tidak jalan
4. komputer sering hang
5. kena virus komputer
6. ada aplikasi yang tidak bisa diinstall atau dijalankan
* Masalah pada hardware
1. Pada RAM/Memory :
- Akses sistem komputer lambat atau bahkan lemot
- Sering hang
- Suka restart sendiri
- klo udah parah, komputer gk bs booting
2. Pada prosesor :
- Sering hang atau bahkan crash
- komputer gk bisa dihidupkan sama sekali
3. VGA :
- Tampilan layar di monitor tidak ada
- Jika tampil di monitor maka layar terlihat kabur berkedip
4. Harddisk :
- Windows gk bisa jlan
- sering hang
- data suka terhapus sendiri
5. Mouse : kursor gk bisa jalan
6. Keyboard : gk bisa ngetik tp komputer tetap jalan
7. Sound Card : Suara gk muncul/kecil/dan noise
Kenali Processor Intel Dari Core 2 Duo Sampai Core i7
Selama bertahun-tahun Intel telah bekerja di balik layar untuk membuat struktur brand dan mengekplorasi banyak cara agar mudah dimengerti user. Intel telah memutuskan untuk memberikan informasi mengenai struktur brand mereka yang kompleks dengan membaginya dalam 3 kategori utama, yakni "entry-level (Intel Core i3), mid-level (Intel Core i5), dan high-level (Intel Core i7)."
Untuk keluarga processor Core sendiri terdapat multi level
seperti processor Intel® Core™ i3, Intel® Core™ i5, dan Intel® Core™ i7. Processor Core i3 dan Core i5 merupakan modifikasi baru dan mengikuti Intel Core i7 dalam satu struktur family Core yang sama.
Sangat penting diketahui, bahwa menurut Intel, brand Core tersebut memberikan sinyal fitur dan keuntungan tersendiri. Sebagai contoh, processor yang akan datang seperti Lynnfield (desktop) yang akan membawa brand Intel Core, namun mirip dengan Intel Core i5 dan i7, tergantung dengan kemampuan fitur dan kapabilitasnya. Sedangkan Clarksfield (mobile) akan menggunakan brand Intel Core i7.
Sementara Celeron untuk entry-level, bersama dengan Pentium untuk basic computing. Sedangkan processor Intel Atom beranjak dari device baru, mulai netbook hingga smartphone.
Untuk pembelian PC, processor Celeron masuk dalam kategori bagus, Pentium lebih baik, dan Intel Core merepresentasikan yang terbaik dari Intel. Sementara itu, teknologi Intel vPro melanjutkan untuk kelas keamanan yang terbaik dan dipasangkan dengan Intel Core, baik Core i5 atau Core i7.
Dengan fokus kepada Intel Core, teknologi processor brand Centrino akan ‘diistirahatkan’ untuk PC di awal tahun ini. Bagaimanapun, Centrino memiliki saham yang besar sebagai teknologi wireless, sehingga dapat ditransisikan dengan nama product Wi-Fi dan WiMAX mulai tahun 2010. (beritanet)


